Monday, 28 November 2016

Untukmu Wanita Yang Merebut Kekasihku, Jika Sekarang Kamu Menderita Maka Anggaplah Itu Hukuman Buatmu, Karena Penderitaanmu Masih Belum Berakhir

loading...

Kamu seseorang yang menhancurkan hubungan kami. Seseorang yang secara curang merebut orang yang kucintai dan kuharapkan sebagai akhir dari hidupku. Jangan pernah merasa senang dulu saat kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau sekarang. Karena semua yang telah kamu lakukan baik dengan caramu yang begitu bulus itu pasti akan mendapatkan balasannya. Aku tahu kamu sedang menderita sekarang dan kamu sedang mencari pembelaan dengan menyalahkanku atau merasa bahwa dirimulah korban, penderitaanmu itu tidak akan pernah berakhir karena air mataku juga tidak akan pernah bisa berhenti. Dan semua yang kamu rasakan itu adalah hukuman untukmu, lebih dari itu sayangnya hukuman yang kamu terima masih terus berlanjut. Sebagaimana tangisanku masih mengalir sangat deras.

Kamu Masih Saja Belum Menyadari Kesalahanmu Dan Masih Berlaku Seakan Kamu Yang Baik dan Tulus, Padahal Caramu Menikungku Terlihat Begitu Murahan

Merayu seseorang dengan menggunakan tubuhnya dan untuk mendapatkan pertanggung jawaban, begitu murahkah dirimu itu? Dimana harga diri atau setidaknya ilmu agama yang sudah kamu pelajari selama ini? Apakah hilang begitu saja, hanya untuk mendapatkan syahwat dan laki-laki yang jelas tidak mencintaimu. Tapi agar kamu bisa dinikahinya, kamu tidak peduli dan rela melakukan hal yang murahan sekalipun. Melupakan semua ajaran baik yang semua orang dan gurumu berikan padamu. Dan sekarangpun kamu masih begitu polos dan seakan kamulah yang paling tulus mencintainya? yah.. mungkin kamu memang memberikan apa saja untuknya bahkan harga dirimu, tapi itu sama sekali bukan ketulusan, kamu dengan jelas menunjukkan betapa kamu ingin mendapatkannya. Padahal yang namanya tulus itu lebih banyak memberi tanpa meminta balasan untuk dikembalikan.

Daripada Membencimu, Aku Sebenarnya Lebih Banyak Mengasihanimu, Namun Sikapmu Yang Begitu Sombong dan Congkak Setelah Mendapatkannya, Merapuhkan Semua Rasa Kasihan Itu

Sejak awal sebenarnya mungkin aku sudah tahu bahwa kamu memang menyukai seseorang yang sudah jadi belahan hatiku. Aku sudah tau itu, bahkan merasa cukup peduli dengan banyak pengorbanan yang kamu berikan. Bahkan aku tetap berusaha membiarkan kamu dekat dengannya, meskipun aku harus menahan rasa cemburuku, setidaknya aku pikir tidak ada salahnya menyukai, yang salah adalah ketika kamu memaksakan kehendak. Namun lihatlah sekarang, kamu begitu congak dan begitu sombong hanya karena telah berhasil mendapatkannya dengan caramu yang begitu hina. Seakan semua yang kamu lakukan adalah benar. Bahkan menganggap aku yang salah dengan berusaha menjauhkan aku darinya.

Dan Sekarang Kamu Menderita Karena Belum Bisa Benar-Benar Mendapatkan Cintanya, Kamu Tahu Kenapa? Karena Dia Bersamamu Tak Lebih Karena Tanggung Jawab Bukan Cinta

Untunglah setidaknya laki-laki yang kamu rayu adalah orang yang mengerti tanggung jawab, setidaknya kamu harus bersyukur akan hal itu. Dia masih mau bertanggung jawab kepadamu, karena dia masih mengerti soal agama. Dan tahu bahwa dia tidak bisa melepaskan tanggung jawab itu, meskipun kamu yang merayunya, bukan dia. Jadi seharusnya kamu merasa cukup bersyukur untuk itu dan jangan pernah berharap lebih khususnya cintanya, karena dia sama sekali tidak pernah mencintaimu. Jika memang dia mencintaimu, dia tidak akan mengabaikanmu dari dulu, apalagi berpacaran dan mencintai wanita lain, setelah harga dirimu kamu buang untuknya.

Jangan Pernah Berpikir Kamu Akan Bahagia. Ingat Karma Pasti Akan Terbayar, Apalagi Maksiat Itu Adalah Hutang

Jangan pernah berharap kebahagiaan akan kamu dapatkan atau dia akan mencintaimu, selamanya perasaan yang dia miliki hanyalah tanggung jawab tak lebih, bahkan saat bibirnya mengatakan bahwa dia mencintaimu atau menerima kamu apa adanya, sikapnya yang akan terus mengabaikanmu tidak akan pernah berubah, selain itu penderitaan buat kamu akan segera menyusul. Karena sebenarnya semua penderitaan yang sekarang atau nantinya kamu rasakan adalah ulah dari perbuatanmu sendiri. Bukan aku atau orang lain. Kamu bisa saja menyalahkanku atas penderitaan, tapi itu takkan mengakhirinya, malah akan semakin memperberatnya dan membuatmu semakin menderita.

Ingatlah Yang Benar Akan Terungkap Dan Semuanya Akan Kembali Sebagaimana Seharusnya.

Mungkin memang benar bahwa kamu yang lebih dulu mencintainya, kamu bahkan merendahkan harga dirimu untuknya. Namun dia tetap mencintaiku dan memperjuangkanku semaksimal mungkin. Dan semua itu akan kembali sebagaimana seharusnya, memang benar kamu bisa bersamanya sekarang karena tanggung jawab yang di beban, tapi rasa cinta dan hatinya tidak akan bisa membohonginya. Dia akan kembali padaku sebagaimana yang seharusnya dan penderitaan buatmu tidak akan pernah berhentu.

Karena Jodoh Itu Tidak Akan Terpisahkan, Sekarang Aku Hanya Melepaskan Dia, dan Membiarkan Dia Menemukan Sendiri Hatinya Untukku


Sama seperti ibu yang melepaskan anaknya bermain sesuka hati dan mendapatkan apa yang dia sukai, sama seperti itulah aku sekarang melepaskan orang yang kucintai dan membiarkannya melakukan apa saja yang dia mau, saat dia lelah, dia pasti akan kembali kepangkuan orang yang benar-benar dicintainya. Karena dia tidak akan tahan berpisah jauh dari orang yang sangat disayanginya. Karena sekuat apapun kamu berusaha memisahkan kami, sebejat dan serendah apapun itu, tidak akan bisa merubah kenyataan bahwa cinta yang dia miliki hanya milik seseorang. Dan itu bukanlah kamu.