Thursday, 16 February 2017

Cukup Jadi Rumah Bagiku, Maka Aku Percaya Kamu Memang Serius Denganku

loading...

Aku tahu kamu memang hanya seorang yang biasa dan tidak terlalu memiliki banyak kemewahan untuk memanjakanmu. Tapi sikapmu dan keseriusanmu membuatku tidak bosan menunggumu terlalu lama, karena aku yakin bahwa kamu memang pilihan yang tepat bagiku. Aku sendiri juga berusaha untuk tidak menuntut banyak hal. Walaupun terkadang aku ingin sekali kamu memanjakanku, menemaniku dan melindungi. Bagiku kamu adalah rumah untukku, tempat aku pulang dan tempat aku bernaung untuk selama-lamanya.

Bagaikan Sebuah Rumah, Kamu Melindungi Dari Terik Mentari dan Dinginnya Hujan

Kamu tidak pernah lelah untuk terus menaungiku dari berbagai masalah hidup yang menyakitiku. Segala perjuangan kita atasi bersama, bahkan kamu lebih bekerja keras karena tidak ingin aku kepayahan. Aku sangat berterimakasih untuk semua itu, untuk penjagaanmu dan untuk pelukan hangat saat hujan menyerang. Kamu juga menjadi payungku agar aku tak kebasahan dan sakit.

Bahkan Saat Berada Dalam Jarak yang Jauh, Kamu Ada Bukan Untuk Memelukku Tapi Tetap Memberikan Kehangatanmu

Mungkin ada waktu dimana kita harus berpisah untuk sementara, dimana kamu sibuk dengan segala urusanmu, sama halnya denganku, sibuk dengan berbagai aktivitas dalam hidupku. Bahkan karena berbagai kesibukan itu, waktu bertemu denganmu jadi sangat singkat dan akhirnya jarang untuk menyapa. Tapi baik kamu dan aku tahu bahwa komunikasi itu penting dalam menjalin hubungan ini. Kamu tak pernah lelah memberikanku kabar, walau mungkin itu membosankan. Dan kamu tak pernah berhenti menanyakan kabarku, mendengarkan semua ceritaku hari ini. Meskipun aku tahu kamu sendiri juga sedang kelelahan.

Apa Lagi yang Aku Butuhkan Selain Senyumanmu dan Candamu yang Begitu Renyah Mengisi Hari-Hariku

Tak perlu beribu bunga yang kamu bawakan setiap hari, tak perlu makan makanan mahal dan mewah yang kamu suguhkan tiap malam yang membuatku begitu bahagia saat berada disisimu, yang kuperlukan hanyalah senyumanmu yang tak pernah habis, dan selalu menyatu dalam ingatanku. Tawa candamu yang begitu sederhana dan tak berbelit-belit tapi mampu mengundang senyumku. Semua itu menghilangkan rasa lelah dan penatku. Intinya cukup bersamamu aku merasa bahagia dan menikmati hidup ini.

Kamu Bahkan Berhenti Bersikap Kekanak-kanakan di Depan Orang Tuaku, Karena Kamu Tahu Kamu Harus Meyakinkan Mereka

Yang paling aku kagumi darimu adalah bagaimana kamu memposisikan diri saat bersamaku dan saat menemui orang tuaku. Aku tahu kamu sangat gugup. Tapi kamu berhasil menepis rasa takutmu, dan menghilangkan sifat kekanak-kanakan yang sering membuatku tertawa itu. Kamu menyadari bahwa kamu harus bersikap serius dan dewasa dalam menghadapi kedua orang tuaku. Karena mereka pasti tidak akan memberikan putrinya pada orang yang selengekan dan tidak punya keseriusan dalam membina keluarga.

Saat Aku Menentukan Pilihan Tentu Saja Kamu yang Menjadi Terakhir Bagiku

Aku sadar masih banyak kekurangan dalam dirimu, tapi sama denganku yang juga penuh dengan kekurangan. Namun kita berdua sama-sama tahu bahwa kekurangan masing-masing bukanlah alasan untuk berhenti dan pergi. Tapi bagaimana kekurangan itu dilengkapi dengan kelebihan kita masing-masing. Apalagi kegigihanmu yang selalu ada dan mendukung apa yang aku lakukan. Kamu yang selalu setia disisiku dan menjagaku, membuatku semakin yakin bahwa kamulah pilihan yang tepat dan pasti jadi terakhir untukku.