Tuesday, 12 September 2017

Yang Terbaik Bukan Hanya Soal Setia dan Bertahan, Tapi Yang Mampu Menuntun Dalam Kebaikan

loading...

"Padahal aku sudah menjadi yang setia kepadanya. Aku sudah bertahan dan menerima rasa sakit dari dirinya. Bahkan aku tidak pernah berhenti memaafkan semua kesalahan dan pengkhianatan yang dia lakukan. Tapi kenapa dia tetap meninggalkanku, dia memilih orang lain dibandingkan aku? Apakah aku bukan yang terbaik untuknya atau dia bukan yang terbaik untukku?"

Setia Itu Mahal. Bertahan Itu Keharusan Tapi Menuntun Pada Kebaikan Adalah Kesempurnaan.

"Dia berkata aku bukan orang yang baik untuknya. Bagaimana itu mungkin. Aku setia kepadanya, selalu berada disisinya bahkan memberikan banyak perhatian untuknya. Setia itu mahal dan aku berusaha untuk menjadi orang yang setia kepadanya. Aku tetap bertahan pada hubungan ini meskipun dia melangkah menjauhi. Apa yang kurang?"

Jika kamu pernah berpikir seperti itu berarti kita sama (hehehe) sebenarnya dalam hubungan kadar yang terbaik itu bagaimana sih..  Saat kita memutuskan untuk jatuh cinta kita menilai orang ini terbaik untuk kita tapi dalam hal apa? Dan pasti dia juga kekurangan dan dalam hal apa pula? . Padahal kitapun sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik dan setia kepadanya. Namun banyak dari kita juga lupa, jika kita hanya berpatokan pada kata setia dan bertahan tanpa membumbuinya dengan doa dan ajakan berbuat kebaikan itu juga bisa menjadi penyebab kehancuran. Saat kita jatuh cinta, kita seakan mengiyakan semua keinginan cinta itu baik atau buruknya padahal yang membuat hubungan sempurna adalah bagaimana kita mampu menuntun pasangan kita menkadi lebih baik dan kita sendiri juga berusaha menjadi lebih baik.

Selalu Ada Campur Tangan Tuhan, Yang Terbaik Untukmu Belum Tentu Terbaik Menurut Tuhanmu Jadi Berdoalah 

Berhati hatilah Tuhan tahu dan mengetahui apa apa yang kamu lakukan. Saat orang lain tak benar benar tahu maksut hatimu. Tuhanmu tahu itu. Apalagi dalam masalah bercinta. Jika cinta yang ada hanya membawa pada keburukan dan kemaksiatan. Sebanyak dan sebesar apapun kesetiaan yang kamu miliki. Pasti akhirnya kamu akan dipisahkan, atau dirubah agar kamu menyadari apa yang kamu lakukan adalah sebuah kesalahan. Sehingga Seharusnya buat kisah cintamu menjadi sebuah kisah cinta yang indah. Bukan hanya tentang nafsu dan akhirnya pasrahkan semuanya kepada Tuhanmu.

Karena Yang Hanya Bermodal Setia dan Bertahan Hanya Bisa Bertahan Di Dunia. Tapi Yang Saling Menuntun Dalam Kebaikan. Akan DiPertemukan Kembali Di Surga

Sama halnya dengan hidup, semahalnya kesetiaan dia adalah suatu yang fana di dunia. Saat seseorang tiba tiba terkena kecelakaan dan lupa ingatan akan sangat mungkin dia melupakan kesetiaannya. Namun berbeda, pasangan yang saling menuntun dalam kebaikan itu sama saja sedang mengantarkan pasangannya menuju surga dan akhirnya saling menunggu di sana. Akhirnya nanti kedua pasangan itu pun akan dipersatukan di surga dan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.

Jangan Lupa Bahwa Pasanganmu Menilai Semua Hal Darimu. Dan Yang Terpenting Bukan Lagi Kesetiaanmu Tapi Kebaikanmu. Karena Yang Baik Itu Pasti Setia Tapi Yang Setia Belum Tentu Benar Benar Baik. 

Saat memikirkan serius atau tidaknya. Saat dia ingin mengajak kamu ke panggung pelaminan dan rumah tangga. Berarti dia sudah menilai semua hal darimu. Termasuk kesetiaan dan kebaikan kamu. Dia merasa bahwa kamu orang yang baik  dan dapat menjadi pendamping yang baik dalam berumah tangga dan mengurus anak anak. Dia sudah yakin bahwa kamu mampu menjadikan anak anaknya sebagai anak yang baik dan beragama dan mampu menjaga kesetiaan karena kebaikan yang kamu miliki. Jadi dalam menjalin hubungan, utamakan yang baik dan saling mengingatkan. Jika memang dia serius denganmu, maka dia akan bersyukur karena punya pendamping terbaik sepertimu.