Friday, 27 October 2017

Rasa Sakit Ini Mengajarkanku Untuk Tidak Lagi Mencintai Secara Penuh

loading...

kamu adalah hidup dan matiku, pemegang kunci kebahagiaanku, juga selalu menjadi warna dalam hidupku. kamu tahu itu, namun kamu masih memilih untuk melangkah pergi dalam hidupku. tak peduli bagaimana jadinya aku tanpamu dan dengan mudahnya berkata aku akan baik baik saja. Yah, aku memang akan tetap baik baik saja nanti, saat luka itu akhirnya berhasil sembuh. Tapi sadarkah kamu, rasa sakit yang kamu tinggalkan membuatku untuk tidak mau lagi, untuk takut mencintai dengan penuh, memberikan seluruh hatiku.

Aku Menjadi Lebih Cuek, Tidak Lagi Memberikan Perhatian Yang Lebih Pada Pendatang Baru Di Hidupku. 

Jika dulu kamu mengenalku sebagai orang yang begitu perhatian, sebagai orang yang lembut dan peka terhadap orang lain. maka lihatlah aku sekarang, aku sangat berbeda. aku berhenti untuk terlalu peduli. aku berhenti untuk memberikan rasa sayangku. hanya secukupnya saja. sesuai dengan kebutuhan mereka. sehingga banyak beranggapan aku bukan orang yang peduli.

Saat Aku Mencintai dan Menyayangi, Aku Hanya Memberikan Setengah Hatiku. Oleh Sebab Itu Mereka Sering Berkata Hanya Dijadikan Pelampiasan. 

Aku sadari aku memang salah, aku seharusnya memperlihatkan ketulusan yang aku miliki pada mereka. Seharusnya aku peduli pada orang baru yang berusaha untuk mengobati hatiku. Namun aku memilih untuk memberikan setengah hatiku saja. aku memilih untuk tetap tidak memasukkan dia sepenuhnya dalam hati. agar saat dia pergi lagi, aku tidak akan terlalu terluka sama saat kamu pergi.

Aku Tidak Menyalahkanmu, Hanya Saja Tidak Mudah Bagiku Menghilangkan Rasa Sakit Itu, Saat Semua Harapan Itu Pudar, Bagaimana Mungkin Aku Bisa Memberikan Harapan Baru Bagi Orang Lainnya. 

Bukan berarti karena dirimu, aku menjadi orang yang seperti ini. jujur saja aku tidak menyalahkanmu. dan apalah gunanya itu,. aku hanya merasa ragu dan khawatir saat memberikan kesempatan lagi bagi orang lain. hatiku sudah pernah hancur. dan sebelum benar benar utuh aku tidak ingin hancur lagi.

Jadi Maafkan Aku Atas Sikapku, Rasa Sakit Yang Begitu Hebat Dalam Diriku Mengajarkanku Untuk Tidak Lagi Mencintai Dengan Penuh  

Sekali lagi aku tak bermaksut menyakiti orang orang baru dalam hidupku. namun apalagi yang bisa aku lakukan. aku hanya ingin menjaga jiwaku tetap utuh, aku tak ingin terpuruk pada rasa sakit yang sama. dan aku yakin jika ada orang baru yang mampu bertahan dari rasa cuekku, dia adalah jodohku. dan saat penyatuan di hadapan Tuhan itu terjadi, barulah aku mencintai seseorang secara penuh, bahkan lebih dari apa yang pernah aku berikan.