Tuesday, 28 November 2017

Jangan Larang Aku Untuk Mencintaimu Dan Menunggumu. Biarkan Saja Aku Nantinya Yang Akan Lelah Sendiri Pada Semua Itu.

loading...
Oleh Muhammad Dwi Satria

Jangan pupuskan cinta seseorang yang sedang mekar mekarnya kepadamu. Jangan menolak perjuanganku. Meskipun jika kamu tak menyukai itu semua. Meskipun sebenarnya hatimu ingin beranjak pergi. Biarlah aku melakukan yang kuinginkan, biarlah aku tetao berusaha semampuku mencintaimu. Berikan aku kesempatan untuk menunjukkan keseriusanku. Dan memperlihatkan ketulusanku. Hingga saat nantinya aku sudah lelah dan menyadari dengan sendirinya bahwa apa yang aku lakukan adalah sia sia. dan Akhirnya membiarkan kamu pergi, atau beranjak pergi dari hidupmu.

Aku Hanya Ingin Sebuah Kesempatan Untuk Membuktikan Cintaku.
Aku tahu kamu tidak peduli, makanya kamu begitu cuek padaku. Tapi setidaknya berikan aku kesempatan sekali saja untuk berjuang dan mengatakan bahwa aku serius padamu. Aku ingin tahu bahwa aku ada aku disini yang mencintaimu dan berjuang untukmu.

Aku Hanya Ingin Kamu Terbiasa Akan Cintaku Dan Mulai Melihatnya. Aku Akan Selalu Bersabar Menunggu Saat Itu. 
Tidak masalah jika sekarang kamu masih belum bisa merasakan ketulusanku. Aku masih bisa bersabar menunggumu. Dan akan membuatmu terbiasa pada cintaku. Hingga akhirnya kamu bisa melihatku yang ada disisimu dan menghargai semua itu.

Kamu Tahu Aku Tidak Mungkin Berjuang Selamanya, Tidak Mungkin Menunggu Selamanya. Akan Ada Saatnya Nanti Aku Pasti Lelah Dan Bosan. 

Maafkan aku karena selalu menganggumu dengan berusaha menunjukkan yang terbaik kepadamu. Tapi apalah daya, sekarang rasa ini masih begitu kuat dalam hatiku, sehingga yang kulakukan adalah terus berusaha untuk menunggu. Nantinya saat aku lelah nanti, saat aku sudah merasa bahwa semua itu percuma pasti aku akan pergi.

Jadi Biarkan Aku Tetap Mencintaimu Dan Menunggumu Selagi Aku Mampu. Hingga Aku Sudah Mencapai Puncak Lelahku Dan Memutuskan Sendiri Untuk Pergi Dari Hadapanmu. 
Jangan melarangku untuk tetap mencintai dan menunggumu. Biarkan aku melakukannya karena aku memang ingin itu. Hingga nanti Tuhan mengasihaniku dengan membuka hatimu atau mengirim orang lain yang lebih menghargai pengorbananku. Maka biarkan aku tetap melakukan apa yang aku inginkan. Nantinya saat aku sudah berada pada puncak lelahku. aku pasti memilih pergi dari hidupmu.