Saturday, 25 November 2017

Jangan Salahkan, Jika Akhirnya Selama Penantian Tak Pasti Ini, Hatiku Berlabuh Pada Orang Lain

loading...

Oleh Ika Tusiana

Jangan salahkan aku, wahai seseorang yang jauh disana. Aku sudah begitu sabar menunggumu, aku sudah menahan perasaan hingga hinaan orang lain demi mempertahankan cintaku padamu. Tapi apalah daya, kamu yang kutunggu tak kunjung memberi kepastian, tak ada kabar, bahkan terlihat lebih banyak mempermainkan diriku hingga mengkhianatiku. Akhirnya ada orang lain disini yang selalu menenangkan hatiku, yang menjagaku bahkan berkorban banyak untukku. Hingga, aku memilih melabuhkan hatiku kepadanya, seseorang yang memang jelas mencintaiku.

Bahkan Menunggupun Ada Batasnya, Apalagi Menunggu Dalam Ketidak Pastian

Bukannya aku menyerah padamu. Tapi kamu tahu sendiri berbagai hal membuatku akhirnya menyerah padamu. Kamu yang sama sekali tak ada kabar, kamu yang bahkan aku tak tahu dimana, Dan kenyataan bahwa ternyata kamu mengkhianatiku selama ini. Tentu saja, semua hal itu, membuatku berpikir kembali. Rasa cinta ini akhirnya mengikis.

Juga Dirimu Yang Tak Pernah Sekalipun Memberi Kabar, Apalagi Berusaha Untuk Menghubungiku. 

Kamu tahu hal yang paling menyedihkan dalam penantian ini, bukan berapa lama aku harus menunggumu. Aku bisa menunggumu sangat lama, jika memang kamu serius denganku. Sayangnya selama masa penantian ini, kamu sedikitpun tak pernah memberi kabar apalagi terlihat berjuang untuk menghubungiku.

Banyak Desas Desus Yang Beredar, Bahwa Disana Kamu Sudah Mempunyai Orang Lain

Tentu saja, saat kamu tak peduli dengan pesan pesanku, tak mau mengangkat telponku. Bahkan ketika kamu angkat, kamu terlihat sangat cuek dan ogah ogahan. Kamu selalu berkilah sibuk dan tak punya waktu, padahal aku meneleponmu tak terlalu sering apalagi lama. Sehingga banyak orang berkata bahwa kamu sudah memiliki orang lainnya diperantauan sana.

Dan Dia pun Datang, Menggantikanmu, Menunjukkan Keseriusannya Kepadaku Bahkan Meminangku. 

Pertemuanku dengannya pun bukan aku yang mau, sama seperti mu, Tuhan yang menakdirkannya. Dia yang berjuang banyak untukku, bertahan dalam hal paling terburuk dalam hidupku, dan entah bagaimana cinta itu ajaib, aku menyukainya dan nyaman dengannya. Kamu tahu, aku hanya tidak ingin kecewa lagi, jika menolaknya meminangku, karena menunggu seseorang yang tak pasti sepertimu.

Jadi Jangan Salahkan Aku, Saat Hatiku Berlabuh Kepadanya. Jika Andaikan Sedikit Saja Kamu Mau Memperlihatkan Keseriusan Dan Perjuanganmu Untukku. Mungkin Aku Akan Memilih Menunggumu. 

Jangan salahkan apalagi menganggap aku mengkhianati hubungan kita. Seharusnya kamu tahu bahwa aku juga butuh perhatianmu. Sedikit saja kamu bisa membuktikan janji janjimu dan berjuang untukku. Tapi kamu membuatku merasa bahwa kamu sudah berjalan begitu jauh meninggalkanku. Hingga akhirnya aku memilih melabuhkan hatiku padanya. Andaikan saja, kamu mau menghargai sedikit saja perjuanganku menghubungimu, tidak terus terusan mengkhianatiku, mungkin aku akan tetap memilih menunggumu