Wednesday, 1 November 2017

Seharusnya Aku Berhenti Saja, Saat Tahu Dia Tak Setia, Mungkin Aku Tidak Akan Terluka Sebanyak Ini.

loading...

Berapa kali aku sudah memaafkannya, sudah berapa kali aku berikan kepercayaan kepadanya. Padahal dia selalu mengkhianati semua kepercayaan dan janji janji itu. Saat dulu aku tahu bahwa dia adalah orang yang tak setia, saat pertama kalinya aku tahu, seharusnya aku tak memaafkannya. Seharusnya aku berhenti menjalin hubungan dan mencintainya. Namun, perasaanku mengalahkan itu, dan membuatku bertahan, hingga akhirnya dia benar benar pergi, Maka akhirnya akulah yang paling tersakiti.

Seharusnya Aku Tak Percaya Saat Dia Berjanji Dan Berjanji Lagi. Seseorang Yang Sudah Mengkhianatimu Tak Akan Takut Untuk Mengulang Kembali Kesalahannya. 

Saat itu ada orang lain yang datang dalam hubungan ini, dia mengatakan bahwa selama kekasihku menjalin hubungan denganku, dia juga menjalin hubungan dengan wanita lain. Bahkan dia sudah membenarkannya dan meminta maaf. Namun waktu itu, aku memilih untuk tetap percaya kepadanya. aku pikir dia memang akan berubah, namun ternyata sekali mengkhianati dan dimaafkan, malah membuatnya melakukannya lagi dan lagi.

Hingga Akhirnya Dia Meninggalkanku Dengan Alasan Aku Tak Pantas Baginya, Lalu Seperti Apakah Orang Yang Pantas Untuk Pengkhianat? 

Dia yang mengkhianatiku, dia yang terus terusan tidak bisa menjaga kepercayaanku yang selalu aku berikan kepadanya. Bahkan aku rela untuk merasa sakit dan dihina, hanya untuk percaya kepadanya. Namun lagi lagi dia mengkhianati bahkan meninggalkan aku untuk orang lain. Saat dia mengatakan bahwa aku tidak pantas untuknya. Yah, aku memang tak pantas, yang pantas untuknya adalah orang murahan seperti orang itu sekarang.

Mungkin Kesalahanku Yang Memberikan Kepercayaan Pada Seorang Pengkhianat, Hingga Aku Tersakiti Bahkan Hingga Seperti Ini  

Aku akui mungkin aku yang bodoh dalam hal ini, aku berulang kali dia bodohi dan permainkan dengan ucapannya, hingga akhirnya aku yang malah disalahkan sekarang. Semua orang membenciku saat aku percaya pada omongannya. Semua menganggap aku yang bersalah, dan sudah puaskah kamu, melihatku seperti ini. Kamu bahkan terus bisa menyakitiku lewat tangan tanga syetan itu. Kamu hanya diam, berpura pura tak tahu, dan hanya menjadi penonton.

Sekali Pengkhianat Akan Tetap Pengkhianat, Jika Dulu Aku Melakukan Kesalahan Dengan Kembali Percaya Kepadanya. Maka Tidak Lagi, Bahkan Jika Dia Mengemis Di Kakiku, Aku Tidak Akan Memaafkannya. 

Rasa benciku kepadanya. bahkan sudah melebihi rasa cintaku. Aku tidak menyalahkan jika memang dia pergi dari hidupku. Itu haknya, yang aku salahkan darinya adalah dia lagi lagi memberikan janji dan harapan, memanfaatkan aku yang begitu polos mencintainya. Dan kebodohanku saat aku terus percaya kepadanya. Tapi aku tak akan sebodoh itu lagi, aku berjanji pada diriku. Bahkan jika dia kembali kepadaku, berharap padaku lagi, maka dengan tegas aku akan menolaknya. Masih banyak orang yang mencintaiku dengan tulus. Bahkan jika semua orang membenciku, aku masih punya Tuhanku, yang begitu mencintai dan menjagaku darinya.

Dan Aku Yakin Keadilan Itu Ada, Biarlah Orang Membenciku Sekarang. Nantinya Semua Akan Terbuka dan Dia Yang Hanya Jadi Penonton Sekarang, Harus Siap Menanggung Semua Janji dan Kata Katanya Kepadaku.

Jika sekarang banyak yang membenciku aku akan menerimanya. Anggap saja itu sebagai hukuman untukku karena percaya pada pengkhianat. Tapi aku yakin akan ada saatnya keburukannya akan terbongkar, entah dari siapapun itu. Dia akan menyadari bahwa mengucapkan janji dan setiap perkataannya akan ada konsekuensinya.