Thursday, 18 January 2018

Sayang Itu Bukan Seberapa Besar Kita Ingin Memilikinya, Tapi Seberapa Besar Kita Bisa Membahagiakannya.

loading...
Kita harus menyadari, bahwa seseorang yang kita begitu sayangi sekarang, belum tentu menjadi akhir dalam hidup kita nantinya. Karena bagaimanapun jalannya jodoh hanya Tuhan yang tahu. Dan Saat kita begitu posesif untuk memilikinya tandanya rasa sayang itupun sebenarnya telah pudar, yang ada hanyalah nafsu untuk memiliki.

Gunakan Hari Harimu Untuk Membahagiakan Dia Bukan Memiliki Dia

Saat kamu benar benar mencintai seseorang dengan sepenuhnya ketulusan, yang kamu ingin lakukan adalah membuatnya tetap bahagia dan tersenyum kepadamu. Kamu ingin sekali membuatnya bangga memilikimu, dan menunjukkan rasa cintamu yang besar kepadanya. Karena itu, jangan gunakan hari harimu untuk mendapatkannya atau memilikinya, tapi gunakan kesempatan itu untuk tetap membahagiakannya.

Karena Saat Kamu Terlalu Posesif Untuk Memilikinya, Sadarkah Kamu Bahwa Cintamu Sudah Pudar.

Yang tertinggal saat kamu berusaja keras untuk memilikinya hanyalah nafsu bukan cinta. Entah dia bahagia atau tidak, kamu tidak akan pedulikan itu. Kamu berpikir bahwa kamu sudah membahagiakannya, baik dia benar benar bahagia atau malah merasa tertekan. Dan saat kamu menyadari akan sikapmu. Maka saat itu oula cintamu sebenarnya sudah lama pudar.

Sayang Itu Bukan Hanya Ketika Kamu Siap Memilikinya. Bahkan Kamu pun Siap Meninggalkannya Saat Ternyata Itu Adalah Hal Yang Terbaik

Bisa memiliki seseorang yang kita sayangi adalah suatu kebahagiaan terbesar untuk diri kita sendiri. Tapi seseorang yang begitu mencintai takkan egois memikirkan dirinya sendiri. Lebih dari itu, dia bahkan siap untuk terluka asalkan yang dicintainya itu bahagia.

Karena Sayang Tidak Akan Menyakiti. Dia Akan Berusaha Untuk Selalu Membahagiakan. Bahkan Tak Peduli Hasilnya Nanti

Karena rasa sayang yang sesungguhnya tak merasa merygi ataupun menerima imbalan dari apa yang dia berikan. Rasa sayabg itu akan menuntunnya untuk mencintai sepenuh hati. Bahkan dia tak pernah memperdulikan hasilnya nanti. Dia sadar Tuhan sudah menyiapkan rencana terbaik untuknya.