Friday, 29 September 2017

Saat Aku Marah, Itu Karena Aku Sayang, Saat Aku Cemburu Itu Karena Takut Kehilangan. Seharusnya Kamu Mengerti Akan Perasaanku Itu.

loading...

Bukan berarti saat aku terlihat memarahimu atau mengomelimu lantas kamu anggap aku sudah tak sayang padamu. Padahal apa yang aku lakukan justru karena aku sayang dan peduli kepadamu, aku marah karena aku merasa apa yang kamu lakukan itu salah, atau seharusnya tidak kamu lakukan. Juga saat aku tidak mendukungmu atas sesuatu hal, bukan berarti aku tak mau membelamu. Tapi ketika apa yang kamu lakukan memang salah. Sudah jadi kewajibanku untuk mengingatkanmu. Aku tidak ingin kamu menjadi seseorang yang salah jalan dan egois. Dan juga saat aku melarang kamu bersama dengan mereka atau terlalu dekat, itu juga bukan karena aku terlalu posesif atau membatasi ruang gerakmu. Aku hanya terlalu takut kehilanganmu dan cemburu pada sikapmu untuk mereka.

Bukan Aku Bermaksut Untuk Memarahimu, Atau Mengomelimu, Tapi Aku Hanya Sedang Menasehatimu Agar Kamu Tahu Apa Yang Seharusnya Dilakukan dan Tidak 

Sayang, maaf jika aku terlalu cerewet atau terlihat seperti memarahimu, tapi jujur aku tak pernah bermaksud begitu. Aku cerewet seperti ini justru karena aku terlalu perhatian sama kamu. Aku tidak ingin kamu sampai melakukan kesalahan yang fatal yang akan merugikan kamu ataupun kita. Aku tidak ingin kamu sampai salah mengambil keputusan dan tahu mana yang benar dan salah. Semakin aku menyayangimu, maka semakin keras pula sikapku kepadamu.

Bukannya Aku Tak Ingin Mendukungmu, Tapi Saat Jelas Kamu Salah Dan Kamu Sebenarnya Tahu Itu, Aku Jelas Tidak Bisa Mendukungmu Yang Hanya Menyesatkanmu

Saat kamu sedang berselisih dengan seseorang, teman baik ataupun organisasi yang kamu lalui. Kamu akan meminta pendapat dariku dan pembelaan bahwa apa yang kamu lakukan adalah benar. Padahal kamu tahu kamu salah dan hanya bersembunyi dengan rasa egomu saja. Dan mana mungkin aku membelamu sayang, saat kamu salah. Bukan berarti aku cuek, tidak peka atau tidak mau mengerti. Tapi sudah jelas kamu yang salah dan sebenarnya kamu menyadari hal itu. Aku hanya tidak mau menyesatkanmu dengan terus membelamu.

Aku Tidak Ingin Kamu Terlalu Dekat Dengan Mereka Bukan Karena Aku Posesif, Tapi Karena Aku Takut Kehilangan Dirimu

Aku sama sekali tak bermaksud untuk membatasi ruang gerakmu. Aku sama sekali tidak ingin terlihat posesif kepadamu. Namun aku menasehatimu saat aku lihat kepeduliaanmu atau perhatianmu kepada orang lain sudah terlalu berlebihan. Kamu tetap boleh perhatian dengan orang lain. Tapi kamu harus tahu batasannya. Agar tidak ada yang salah paham. Ok, mungkin saja kamu hanya bermaksut baik, tapi bagaimana dengan mereka, jangan sampai mereka berpikir bahwa kamu sedang memberi harapan pada mereka. Jadi aku membatasimu bukan karena aku terlalu posesif, tapi karena aku begitu takut kehilanganmu.

Seharusnya Kamu Tahu Aku Begitu Menyayangimu Dan Ingin Menjagamu. Membawamu Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Bersamaku. 

Aku tidak tahu harus bagaimana lagi saat kamu kesal kepadaku atau berpikir bahwa aku tidak mencintaimu, kamu berpikir karena aku tidak membelamu malah mengomelimu bahwa aku sudah tidak perhatian lagi kepadamu. Padahal itu semua adalah kebalikan dari apa yang kamu pikirkan. Aku ingin kamu berubah, kita berubah menjadi yang lebih baik. Aku ingin serius denganmu, oleh sebab itu aku menjagamu dengan sungguh dan membimbingmu menjadi pribadi yang lebih baik. Aku ingin kita sama sama dewasa untuk mengarungi kehidupan yang lebih serius. Bukan pribadi yang egois, ingin menang sendiri atau masih sukar untuk mengakui kesalahan.