Friday, 24 November 2017

Buat The Judgers, Ketemu Aja Belum Pernah Ada Yang Jarang. Kok Sok Tahu Banget Hidup Orang?

loading...

Oleh Malaika Humaira

Salam buat para the judgers di seluruh dunia. Khususnya para fans saya, yang suka ngerumpiin soal hidup orang lain, tanpa tahu sebenarnya soal kehidupan saya.

Jujur saja saya bingung dengan kalian semua, khususnya yang gak kenal apalagi belum pernah ketemu. ketemupun jarang sekali alias gak begitu dekat. Kok bisa banget sih iri atau menghakimi saya dengan opini kalian. Seperti kalian tahu apa saja yang saya lakukan, selalu memantau kehidupan saya dan tahu banget bagaimana semua kisah saya yang sebenarnya. Sehingga kalian begitu mudah untuk menilai bagaimana kehidupan saya.

Apalagi parahnya, kalian hanya tahu soal saya, hanya dari cerita orang lain, yang juga gak begitu dekat dengan saya. Dan kalian begitu mudahnya percaya, seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Suruh Ke kiri ya ke kiri, ke kanan ya ke kanan. Suruh membenci dan menghakimi ya ok ok saja. Apakah dunia semakin tua dan bodoh? sehingga begitu mudahnya untuk mencaci maki orang lain, menghina orang lain, tanpa tahu kisah yang sebenarnya. Hanya mendengar dari orang lain, maka sudah cukup untuk melakukan penghakiman. Hadeh, lebih baik kalian kaji ulang lagi pengetahuan kalian. Dimana mana, terdakwa yang bersalah atau bahkan disalahkan patut mendapatkan pembelaan, tidak hanya mendengar keterangan dari saksi penuntut, tapi juga saksi pembela. Makanya ada pengacara, karena ga semua orang yang dituduh bersalah benar benar salah, banyak yang hanya dijadikan kambing hitam untuk menutupi kesalahan orang lain.  Jangan seperti orang baru lahir, yang belum benar benar mengenal kejamnya dunia deh. Atau pura pura gak kenal.

Banyak yang berkelit. Mereka ikut membenci dan menghujat demi solidaritas pertemanan dan persahabatan. Kalo temanku sakit, aku juga ikut sakit, kalo temanku benci, maka aku akan benci. Jika temanku menghujat orang lain, ya aku menghujat orang lain?

Hadeh, saya kasih top jempol deh, buat persahabatan kalian yang begitu erat tuh, tapi lama lama saya bingung, kalian itu bener bener teman atau syetan? So, kita semua tahu, bahwa syetan itu juga teman lho, teman manusia yang suka mengompori masalah, suka membuat orang yang awalnya benci jadi tambah dendam, awalnya hanya iri jadi menghina. Yang sukanya membawa dalam kesesatan. Lha masalahnya belum tentu kan yang dijudge itu salah, mungkin saja teman kalian yang salah dan saking bencinya. Sehingga ceritanya dilebih lebihkan, supaya yang disalahkan semakin terlihat buruk di mata kalian. Seharusnta kalau kalian ngaku teman, harusnya kalian menenangkan hatinya dan coba menelisik lebih dalam siapa yang benar benar bersalah dalam hal ini. Kalian harusnya berusaha meredamkan emosi teman kalian itu, bukannya semakin mengomporinya untuk semakin benci atau malah ikut ikutan benci juga. Jadilah teman yang baik. Tunjukkan simpati yanh positif dengan menenangkanhati teman dan tak sungkan mengingatkan jika memang dia yang salah. Bukannya terus mendukung kebenciannya. Jika memang kalian tidak benar benar tahu tentang yang disalahkan, cukup diam saja, Jangan sampai malah ikut ikutan berprasangka buruk.

Daripada Kalian Cuma Denger Dari Orang Lain, Mending Kalian Kenali Kami Lebih Dekat. Nilailah Sendiri Apakah Kami Seburuk Atau Bahkan Sebaik Yang Mereka Katakan. 

Jika ada yang membenci seseorang, pasti ada alasannya, entah dia iri, entah dia tidak suka atau dia punya masalah atau kisah sendiri dengan orang itu. Dan itu adalah masalahnya yang seharusnya tidak dicampuri orang lain. Dia mungkin curhat kepada kalian untuk mendapatkan pembelaan. Tapi bukannya tidak bijak jika kalian ikut membenci hanya karena solidaritas teman, padahal kalian tidak tahu atau bahkan tidak ada masalah dengan orang itu sebenarnya.

Alangkah baiknya, jika kalian juga berusaha untuk mengenal orang itu, bahkan melihat sendiri apakah benar dia memang seburuk atau sebaik yang orang lain katakan. Ingatlah bahwa orang yang kalian kira orang baik, belum tentu baik, dan orang yang dikira buruk belum tentu buruk. Oleh sebab itu, kita diajarkan untuk berprasangka baik kepada orang lain.

Jika Tidak Mau Kenal, Maka Jangan Sok Tahu, Setiap Orang Punya Kesalahan, Dan Kalian Tidak Punya Hak Untuk Menghujat Kehidupan Orang Lain. Cukup Ingatkan dan Lebih Banyak Intropeksi Sendiri. 

Jika pun kalian tidak mau mengenal orang yang dibenci oleh sahabat kalian, karena takut dianggap pengkhianat pertemanan. Ya silahkan saja. itu hak kalian. Tapi daripada ikut membenci, lebih baik kalian diam. Karena kalian sama sekali tidak punya hak untuk menghujat orang lain, karena satu dua kesalahannya. Setiap orang punya kesalahan itu pasti, bahkan setiap orang sebenarnya pantas dihina. Namun apakah dengan menghina orang lain, akan berhasil menutupi kesalahan diri sendiri?.

Akan lebih baik, agar kita lebih intropeksi pada diri sendiri. Biarkan teman kalian membenci karena dia memang yang punya masalah. Tapi Jangan lupa diingatkan jika kebenciannya mulai tak wajar dan membabi buta.