Monday, 22 January 2018

Meneriakkan Namamu Dalam Hujan, Memandangmu Dari Kejauhan, Dan Mendoakanmu Di Hening Malam. Cinta Dalam Diam Inilah Yang Mampu Ku Pertahankan

loading...
Saat mencintaimu adalah suatu kebahagiaan terbesar dalam hidupku meskipun kamu tak pernah tahu rasa itu, aku rela. Tidak mengapa hanya mencintaimu dalam kediamanku, tak lebih dari itu. Meskipun memang terlihat menyedihkan, tapi setidaknya aku selalu percaya ketulusanku dan perasaan cintaku akan tetap tersampaikan. Lewat deras hujan yang membasahi bumi, lewat kilauan mataku saat memandangmu dan lewat sebaris doa untukmu yang selalu aku panjatkan. Aku memilih mencintaimu dalam diam.

Meskipun Kamu Tak Pernah Tahu Dan Mendengar, Aku Selalu Meneriakkan Namamu Dalam Derasnya Hujan. Agar Rintiknya Bisa Mengalir dan Menembus Hatimu


Mungkin orang lain akan melihatku begitu gila dan bodoh, saat aku selalu menanti hujan ini tiba, seakan menanti seorang pangeran berkuda. Karena hanya lewat hujan ini aku mampu menyebut namamu sekeras mungkin. Saat telinga manusia tak bisa mendengarnya karena terganggu oleh rintik hujan yang deras. Biarlah hanya hujan yang tahu bagaimana selalu aku menyebut namamu dan meneriakkannya sekeras hatiku. Meskipun terkadang aku berharap kamu mendengarnya, Tapi doaku biarlah hujan tetap menyimpannya.

Meskipun Hanya Dari Kejauhan, Memandangmu Tetap Menyejukkan Diriku. Melihat Senyummu Tetap Bisa Membuat Hatiku Bewarna, Bahkan Jika Senyum Itu Bukan Untukku


Terkadang sakit memang, saat mengetahui bahwa senyum, tawa dan canda yang kamu lontarkan mungkin bukan untukku. Tapi aku sama sekali tak pernah mempermasalahkan itu. Cukup tahu bahwa kamu disana bahagia, sudah membuatku begitu senang, cukup bisa melihat senyum dan matamu yang berbinar, sudah mampu membuat jantungku berdegub keras. Aku bahagia, meskipun kamu tak tahu aku selalu mengawasimu dari kejauhan ini.

Menyebutmu Dalam Barisan Doaku. Adalah Satu Pembuktian Cinta Tulus Yang Bisa Aku Lakukan dan Tunjukkan Kepadamu


Aku mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaan ini langsung dihadapanmu. Aku tidak bisa menulis syair indah tentang perasaanku kepadamuu secara langsung, atau memperjuangkanmu layaknya para pecinta lainnya. Namun saat tengah malam, kamu terlelap dalam tidurmu, tak pernah henti aku berdoa kepada Tuhan untuk kelancaran dan kesuksesanmu. Aku tak pernah berhenti meminta kebahagiaanmu. Dan Akhir yang terindah dalam kisah kita. Karena aku percaya doa adalah kekuatan cintaku yang luar biasa untukmu. Dengan berdoa, aku bisa membuktikan ketulusan cinta dan perjuangan mendapatkanmu dan Tangan Tuhan.

Karena Aku Memilih Untuk Tetap Mencintaimu Dalam Diam, Melawan Rasa Cemburu Yang Terkadang Muncul Dalam Hati Yang Dalam, Dan Menunggu Dengan Sabar



Jika Tuhan akhirnya menyatukan cinta kita, aku berharap bukan sekedar hanya cinta sesaat seperti para pecinta yang merana. Jika akhirnya kita tidak dipersatukan sekalipun, hatiku mampu ikhlas dan memilih mundur dengan bijaksana. Oleh sebab itu, aku memilih mencintaimu dalam diam, dan melawan setiap rasa cemburu yang hadir, juga lebih bersabar dalam menunggumu. Karena aku yakin Tuhan sudah menyiapkan ending terbaik dalam kisah kita.