Saturday, 12 May 2018

Mungkin Aku Bisa Menyembunyikan Cemburuku Dengan Kata, Tapi Maaf, Aku Tak Bisa Menahannya Lewat Air Mata

loading...
Mungkin saat aku cemburu dihadapanmu, aku tetap masih bisa mengatakan bahwa aku baik baik saja, atau hanya memilih diam dan tak berselera. Tapi saat aku sendiri, ataupun dihadapanmu, Saat rasa cemburu itu mulai semakin menyesakkan hati, aku tidak bisa menahannya dan menumpahkannya dalam derai air mata. Meskipun aku tahu bahwa mungkin air mata itu belum tentu membuat hatiku benar benar tenang, tapi setidaknya itu bisa menjadi pelampiasan dan kemarahanku sendiri, karena menyimpan rasa cemburu itu terlalu dalam.

Mungkin Senyum Yang Aku Berikan Itu Adalah Kepalsuan, Karena Rasa Cemburu Itu Terasa Makin Menyesakkan

Aku tetap sebisa mungkin memberikan senyuman seindah yang aku bisa kepadamu, namun jujur saja, senyum itu mungkin hanyalah suatu kepalsuan yang aku berikan. Karena rasa cemburu dan sakit itu memang semakin menyesakkan.

Saat Aku Berkata Baik Baik Saja, Kamu Tahu Aku Tak Benar Benar Baik Saja, Karena Entah Kenapa Aku Tak Bisa Mengungkapkan Perasaan Cemburuku 

Meskipun aku begitu kesal dengan rasa cemburu itu, tapi saat kamu merasakan hal aneh dariku. Hanya satu kata yang akan aku katakan "aku baik baik saja", tapi meskipun kata itu yang keluar, aku harap kamu lebih peka dan mengerti diriku. bahwa aku sebenarnya tak sedang baik baik saja. dan sama sekali mulut rasanya terkunci dan malu untuk menyampaikan kata cemburu.

Aku Berusaha Keras Menghilangkan Segala Kecurigaan Dan Ketakutanku. Meskipun Sebenarnya Hatiku Bergetar Hebat 

Meskipun sudah secara jelas bahwa aku sedang cemburu dan menahan rasa kesalku kepadamu. Tapi aku berusaha keras untuk tidak berpikir negatif tentangmu, dan berusaha menahan kecurigaanku. Aku hanya takut kamu malu karena mengganggap aku terlalu posesif kepadamu. Atau merasa bahwa aku tidak percaya kepadamu. Namun, ketakutan itu memang benar benar ada dan hatiku sungguh bergetar hebat.

Namun, Saat Aku Sudah Tak Tahan Lagi Dengan Semua Itu, Air Mataku Pasti Akan Mengalir. Aku Menangis, Bahkan Saat Aku Berusaha Keras Untuk Menahannya 

Meskipun aku menyunggingkan sneyum, meskipun aku berkata bahwa aku baik baik saja, tapi seharusnya kamu tahu ada sedikit bulir bening yang menetes di mataku. Dan saat aku tak tahan lagi, aku lebih baik memilih pergi daripada harus menangis di depanmu. Aku sudah tak sanggup menahan rasa sakit dalam dadaku. Namun tetap tak mampu menyampaikan apapun kepadamu.

Jadi Sedikit Saja Pekalah Dan Mengertilah Akan Rasa Cemburuku. Kamu Tahu Aku Tak Mungkin Mengatakannya Langsung, Ataupun Menahannya 

Seharusnya sebagai seseorang yang sudah mengenalku dan menjalin hubungan denganku, kamu tahu bahwa sebenarnya aku tak sedang baik baik saja, meskipun sedang menyunggingkan senyuman kepadamu. Pekalah dan mengertilah bahwa aku tak mungkin mengungkapkan perasaan cemburuku. Sehingga aku hanya berusaha menghindar saat air mata itu tak bisa tertahankan.