Wednesday, 23 May 2018

Percayalah, Mencintai Pasangan Orang Itu Menyedihkan, Selain Disebut Pelakor, Hidupnya Pun Tak Akan Pernah Berkah

loading...
Jatuh cinta memang tidak bisa dikendalikan akan jatuh pada siapa, tapi masih bisa dikontrol. apakah harus dilanjutkan atau lebih baik dilepaskan saja. Apalagi jika jatuh cintanya, pada pasangan orang lain, bukan hanya seumur hidup akan mendapatkan sebutan pelakor alias perebut pasangan orang lain, tapi juga hidup yang dijalaninya dijamin tidak akan bahagia apalagi berkah. Jadi sebelum syah berpisah, lebih baik jauh jauhkan diri untuk berpikir merebut pasangan orang lain, seindah apapun bayangan itu. Karena akhirnya kamu pasti akan berakhir dengan menyedihkan.

Gimana Hidupnya Bisa Berkah, Jika Dari Awal Sudah Mencuri Milik Orang Lain, Ingat Rezeki Yang Kamu Makan Dan Dapatkan Adalah Haram 

Yang namanya merebut alias mencuri, baik apapun itu, tidak akan membawa keberkahan dan otomatis tidak akan memberikan kebahagiaan dalam hidupmu. Bahkan apapun yang kamu dapatkan, kamu makan dan kamu hamburkan adalah barang yang haram, yang hanya akan menumpuk takaran dosa dosamu. Jadi jangan berharap dengan menjadi pelakor, kamu akan bahagia, justru kehidupan yang kamu jalani tidak akan berkah, malah justru membawa kesedihan.

Meskipun Kamu Sudah Menjadi Istri Syah Si Dia Yang Kamu Rebut, Sekali Pelakor Akan DiIngat Pelakor, Dan Pasti Mendapatkan Hukuman Sosial Dari Masyarakat 

Jangan berpikir, dengan sudah berhasil memisahkan suatu hubungan, lalu menjadi pasangan yang syah sekalipun dari dia yang kamu rebut, lalu status kamu akan berubah. Bahkan sebutan pelakor akan selalu lekat dalam dirimu, bahkan saat kamu sudah berusaha menjadi lebih baik. Anggap saja, itu adalah suatu karma buruk dari apa yang telah kamu lakukan. Percayalah, hukum sosial masyarakat yang selalu memandangmu sebagai seorang penggoda, akan selalu ada, bahkan saat kamu sudah menjadi istri syahnya.

Lebih Baik Menghindari Mencintai Pasangan Orang Lain, Jatuh Cinta Bukan Menjadi Alasan Kamu Untuk Merebutnya, Karena Cinta Yang Kamu Miliki Hanya Sekedar Nafsu Untuk Mendapatkannya, Bukan Cinta Sejati 

Hakikatnya, cinta yang sebenarnya adalah rela melepaskan orang yang dicintai untuk kebaikannya, juga kebaikan orang lain. Dia yang bisa melepaskan justru menunjukkan bahwa cintanya tak lebih adalah untuk kebahagiaan pasangannya semata. Dan jika memang melepaskan orang itu, bahkan meskipun sangat berat, untuk kebaikan dirimu sendiri, dirinya juga keluarganya, maka itulah yang harusnya kamu lakukan. Percayalah, saat kamu terlalu berhasrat untuk memilikinya, maka itu bukanlah cinta, tapi sekedar nafsu untuk memiliki.

Apalagi Dengan Merebut Pasangan Orang Lain, Sama Saja, Kamu Menunjukkan Bahwa Kamu Adalah Orang Murahan, Yang Tak Berhasil Mendapatkan Seseorang Yang Masih Single 

Jangan membuat dirimu sendiri dalam keadaan yang terhina, dengan membiarkan dirimu jatuh cinta pada pasangan orang lain. Bukalah matamu, bahwa masih banyak orang single yang lebih baik dari dia yang sudah punya pasangan, Selain itu kamupun akan terhindar dari sebutan orang murahan yang mudah jatuh cinta dan takut tidak mendapatkan cinta jika merebut pasangan orang lain. Buktikan bahwa kamu pantas mendapatkan dia yang terbaik, seseorang yang single yang siap menerimamu dan membahagiakanmu

Dan Jika Kamu Sudah Terlanjur Menjadi Pelakor, Segeralah Bertobat, Daripada Hidupmu Berakhir Dengan Menyedihkan Dan Tak Bahagia. Ingatlah Jika Dia Bisa Meninggalkan Pasangannya, Dia Pun Bisa Meninggalkan Kamu Sama Saja. 

Namanya manusia adalah tempat penuh kekhilafan, kesalahan dan dosa, sehingga wajar jika kita tak jarang terjebak dalam posisi pelakor sekalipun. Bahkan sangat sering pasangan orang lain itu yang brengsek, yang seakan membukakan jalan bagi kita, sehingga tak sadar bahwa kita sedang menyakiti orang lain. Jadi segeralah bertobat, saat kamu menyadari bahwa kamu melakukan kesalahan, segeralah minta maaf dan berhenti. Jangan sampai hidupmu berakhir menyedihkan dan tak bahagia. Dan satu hal pula yang harus kamu ingat saat kamu masih menjadi pelakor. dia yang tega meninggalkan pasangannya yang sudah menemaninya dalam susah dan senang, bisa kapan saja meninggalkanmu. karena pasangan yang tak setia, akan sulit pula untuk setia, meskipun pada orang lain.