Masa Lalu Tak Perlu Diselali, Cukup Dimaafkan Dan Diperbaiki

Penyesalan memang selalu berada di akhir. Namun, bukan berarti, lantas kita membiarkan diri ini terlarut larut dalam penyesalan. Ada saatnya untuk move on, melanjutkan hidup, dan kembali bersemangat dalam beriktiar. 

Apa yang sudah terjadi dan berlalu, cukup kita jadikan hikmah dan pelajaran sebagai bekal untuk melangkah lebih baik di masa depan. 

Relakan dan maafkanlah, lanjut diperbaiki, karena memang saat Tuhan menghadirkan ujian dan cobaan di masa lalu, adalah agar kita menjadi pribadi, serta hamba yang lebih baik dari sebelumnya. 

Selalu Ada Kesempatan Untuk Berbuat Baik. Dan Masa Lalumu Sama Sekali Tak Bisa Membatasi Kebaikan Seseorang 

Jika kamu dulunya adalah sosok yang jauh dari Tuhan, nakal dan sering menyia nyiakan waktumu. Maka, perbaikilah sekarang. 

Apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diulangi lagi. Namun, selama Allah Swt masih memberikan kehidupan, maka kamupun selalu punya kesempatan untuk memperbaikinya. 

Apalagi, Allah SWT Maha Penerima Taubat dari hambaNya yang tulus. Jadi, masa lalumu sama sekali bukan penghalang bagimu untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik di masa depanmu.

Relakanlah Apa Yang Sudah Terjadi. Percayalah, Bahwa Semuanya Akan Mendapatkan Karmanya Nanti Di Waktu Yang Tepat 

Kadang yang membuatmu sulit untuk move on, adalah perasaan benci, dendam, tidak terima yang ada dalam hatimu. 

Apalagi jika dulunya, kamu disakiti, disia siakan atau ditinggalkan oleh seseorang yang telah kamu perjuangkan setengah mati. 

Kamu seakan lupa, bahwa setiap pertemuan pasti selalu akan ada perpisahan, saat kamu bertahan dan memberikan cintamu secara tak wajar. Sehingga, agar kamu tak semakin tersesat, Allah Swt begitu baik dengan memisahkan dan memberikan pengganti yang lebih baik untukmu. 

Jadi relakanlah apa yang sudah terjadi. Selain itu adalah langkah pertama untuk move on, juga adalah langkah awal membuka lembaran baru dalam hidup. Dengan merelakan, kamu akan lebih mudah untuk menghapus kebencian, karena hati dan pikiranmu fokus pada hal lainnya. 

Lagipula, untuk mereka yang telah menyakitimu. Pasti telah mendapatkan jatah karma sendiri di waktu yang tepat. 

Maafkanlah, Setidaknya Agar Hatimu Lebih Damai, Dan Ikhlas Mudah Kamu Raih. Bukan Memaafkan Mereka Dari Masa Lalumu, Tapi Memaafkan Hatimu Dari Rasa Benci 

Mereka boleh saja menyakitimu di masa lalu, yang membuatmu terpuruk atau tersesat dalam hidupmu. Namun, jika kamu menyimpan kebencian itu, maka jujur saja kamu tidak ada bedanya dengan mereka. 

Disinilah, kita akan belajar soal pengontrolan dan pengendalian pada diri sendiri. Belajar soal makna ikhlas dan sabar yang memang sulit untuk dijalani. Namun, saat kamu sandarkan hatimu pada Allah, menangis dan berkeluh kesah dalam sujudmu. Disanalah semuanya akan terasa lebih mudah untuk dilakukan. 

Kamu akan melihat dari sisi yang berbeda. Bahwa, meskipun mereka tidak pantas mendapatkan maaf darimu, setidaknya maaf yang kamu berikan akan mendamaikan hatimu. Membuatmu lebih rela melepas semua beban masa lalu dan lebih siap menatap masa depan yang baru. 

Lalu, Perbaikilah Dirimu. Dengan Bekal Pelajaran Dan Hikmah Yang Kamu Dapatkan Dari Masa Lalumu. Pastikan Kamu Menjadi Seseorang Yang Lebih Baik Dan Hamba Yang Lebih Dekat Dengan Sang Khaliq 

Justru hal tersulit setelah merelakan dan memaafkan apa yang telah terjadi, adalah istiqomah dalam memperbaiki diri. 

Banyak sekali yang diantara kita, yang lagi lagi mengulangi kesalahan yang sama. Tetap mencintai seseorang yang tak wajar, tetap kembali melakukan perbuatan perbuatan yang Tuhan larang. Meskipun awalnya kita sudah berjanji akan bertaubat, menyesali apa yang sudah terjadi dan tidak akan mengulanginya lagi. 

Oleh sebab itu, pastikan bahwa apa yang telah terjadi di masa lalumu, selalu kamu jadikan bekal dan pelajaran yang berharga. Selalu, jadikan pecutan sekaligus penyengamat untuk memulai masa depan yang jauh lebih baik. 

Juga, selalu ingatlah bagaimana semua janjimu untuk memperbaiki diri dan menjadi hamba yang lebih baik. Jangan sampai, semua ujian dan cobaan yang Allah SWT berikan, hanya mengetuk hatimu sementara, karena kamu gagal mengambil hikmah dalam setiap ujian yang ada. 

Comments