Wednesday, 26 July 2017

Benci Itu Boleh, Tapi Jangan Harap Bisa Bahagia Dari Menyebar Kebencian

loading...

Termasuk hal yang lumrah saat kita membenci orang lain karena berbagai alasan. Bisa saja karena iri, dengki, pernah disakiti, cemburu, hingga hal lainnya yang bisa dijadikan patokan kebencian. Jadi sebagai manusia biasa yang merasakan rasa sakit, membenci itu adalah hal yang wajar dan jangan takut untuk mempunyainya. Yang terpenting asalkan kita mampu mengontrol kebencian itu, berusaha untuk mengikhlaskan dan mempunyai rasa maaf yang tinggi, maka kebencian dalam hati hanya sesaat dan hilang begitu saja. Sehingga tidak akan merugikan diri kita sendiri ataupun orang lain.

Benci Itu Wajar Dan Boleh, Sebagai Manusia Kita Wajar Punya Rasa Itu. 

Gak mungkin kehidupan ini bisa kita lewati dengan banyak kebahagiaan, pasti ada saat dimana kita jatuh hingga sejatuh jatuhnya, sakit yang begitu berat, hingg perasaan menyerah dan lelah untuk berjuang. Semua itu adalah berbagai perasaan yang akan kita lewati di dunia, sekaligus yang akan menjadikan kita menjadi orang yang lebih bail asal kita tidak terlarut larut dalam rasa sakit itu, karena jika dibiarkan yang akan timbul hanyalah rasa dendam dan kebencian. Wajar kita punya rasa benci tapi jangan sampai kebencian itu akan merugikan diri kita sendiri.

Benci Itu Boleh, Melihat Orang Yang Kita Benci Sakit, Hanya Akan Menjadi Kesenangan Sesaat, Tapi Seterusnya Kita Akan Merugi 

Tidak ada yang akan bahagia dengan mempunyai rasa benci dihatinya. Dia tidak akan pernah puas atau merasa bersyukur atas apa yang sudah dia miliki. Lewat rasa benci dia tetap akan merasakan kecemburuan terhadap kebahagiaan orang lain, meskipun sesederhana apapun kebahagiaan itu.

Benci Itu Boleh, Tapi Mengumbar Kebencian Hingga Menfitnah Orang Lain Karena Rasa Benci Tidak Akan Menimbulkan Kepuasaan Atau Kebahagiaan Apapun. 

Saat kita mempunyai rasa benci, maka keinginan untuk menjelekkan orang yang kita benci di depan orang lain sangatlah besar. Sehingga kita tak jarang membesar besarkan kesalahannya, hingga mengada ada agar dia dibenci oleh orang lain. Dan dia akan mendapatkan kesan buruk dihadapan orang lain. Seperti kata bijak bahwa "fitnah jauh lebih kejam daripada pembunuhan" dan kitapun tanpa disadari telah melakukan dosa besar karena rasa kebencian yang kita miliki. Dan lihatlah tidak ada orang yang akan merasa puas atau bahagia dari fitnahannya. Nantinya dia akan lebih dibenci saat Tuhan msmbuka aibnya sendiri.

Jadi Benci Itu Boleh, Benci Itu Wajar, Tapi Lebih Baik Simpanlah Kebencian Itu dalam Hati Sendiri, Ubahlah Kebencian Itu Untuk Meningkatkan Kesabaran dan Keikhlasan. Dan Doakan Agar Orang Yang Kita Benci Bisa Berubah Lebih Baik. 

Tidak ada baiknya saat kamu mempunyai rasa dendam, benci bahkn hingga menyebarkannya kepada orang lain, yang kamu dapatkan akhirnya malah keburukan dari apa yang kamu rasakan. Memang wajar kita mempunyai rasa benci, tapi dengan rasa benci itu, jadikan pembelajaran untuk menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas. Serta jangan lupa selalu doakan orang yang kamu benci atau orang yang membencimu agar dia sadar dan segera bertobat. Beritahukan segala kebencianmu kepada Tuhanmu saja. Dan Yakinlah keadilan akan kamu dapatkan.